Homepoint.id, Jakarta- Alfiandra (40 tahun) segera merapihkan meja kerjanya. Setumpuk berkas yang sedang ia susun agar sesuai dengan nomor urutnya tak sempat ia tuntaskan. Mug bergambar logo perusahaan berisi cappuccino yang menemani kerjanya juga belum habis seperti biasanya. Bahkan saking buru-burunya, kunci motor yang terletak di samping keyboard hampir lupa ia ambil untuk segera pulang.
Pasalnya, 10 menit sebelumnya ia menerima panggilan dari istrinya yang mengabarkan jika rumah yang ia tempati bersama dua anak kembar perempuannya, Yasmin dan Sharifa terindikasi akan mengalami kebakaran karena ada percikan api yang bersumber dari konsleting listrik dan menyebabkan ledakan stopkontak (soket) serta menimbulkan bau gosong menyengat dan mengeluarkan asap.
Laju motor matic ber-cc 150 segera ia pacu dengan tarikan gas maksimal tanpa menjawab sapaan security di gerbang depan kantor yang biasanya selalu ia respon.
Setelah kurang lebih hampir satu jam perjalanan, Alfiandra sampai di rumah dan menyaksikan sebagian dari ruang dapur rumahnya yang terdiri dari dapur basah dan kering sudah mulai terbakar. Belum sempat ia melepas sepatu, pria yang berprofesi sebagai Finance staff di perusahaan Event Organizer kenamaan tersebut langsung menghampiri ke dua anak dan istrinya seraya menanyakan keadaan keduanya.
Baca juga:
Evomab Dorong Pertumbuhan Rumah Pintar di Indonesia Lewat Solusi Smart Lock dan CCTV Berbasis IoT
Sementara di sisi lain, guyub warga di sekitar rumahnya berjibaku memadamkan api dengan menggunakan APAR (alat pemadam api ringan) seadanya dan karung basah seraya menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Beruntung 45 menit kemudian, api berhasil dipadamkan sebelum menyebar ke bagian lain dari rumah Alfiandra karena lonjakan api juga belum terlalu besar.
Kejadian tersebut terjadi pada Maret dua tahun lalu. Tapi sampai saat ini Alfiandra masih berupaya untuk melupakan musibah yang hampir menghanguskan rumah yang ia beli tepat sebelum ia menikahi Fenita, teman kuliahnya dulu.
Berawal dari kurangnya pemahaman yang baik akan instalasi listrik di rumahnya serta penggunaan soket yang tidak qualified dan menumpuk, paska kejadian itu, Alfiandra mulai membenahi dan memperbaiki penggunaan yang bijak terhadap stopkontak dan saklar di rumahnya.
Antara Keamanan dan Estetika
Rumah Alfiandra memiliki luas tanah 126 m2 dan luas bangunan 100 m2 yang terdiri dari 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu serta bagian dapur (basah dan kering). Dengan sisa tanah yang masih agak luas, Alfiandra membiarkan tanah sisa tersebut yang terletak di bagian belakang untuk jemuran serta mini garden.
Sebelum kejadian kebakaran, Alfiandra tidak terlalu concern dengan komponen material kelistrikan di rumahnya, termasuk soal penggunaan stopkontak dan saklar yang berkualitas namun tetap menyimpan potensi estetik. Ia hanya berpikir yang penting secara fungsi bisa berguna dengan baik dan semestinya.
Namun setelah kejadian kebakaran yang hampir menghanguskan rumahnya, ia menata kembali satu persatu alat dan fungsi material kelistrikan di rumahnya dengan produk-produk yang sudah mampu menghadirkan keseimbangan antara estetika dan elegansi, keamanan, serta harga yang kompetitif di kelasnya.
Baca juga:
Bekerja dari Rumah, Ajang Tata Ruang Lebih Riang
Salah satu pemain kenamaan yang sudah mendunia dan menjadi pemimpin global yaitu Schneider Electric pun menjawab tantangan serta kebutuhan tersebut.
Belum lama pada April 2026 kemarin, Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi secara resmi meluncurkan Vivace E, rangkaian sakelar dan stopkontak yang dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian modern yang semakin berkembang.
Peluncuran ini sejalan dengan pergeseran cara masyarakat memaknai rumah, yang kini dipandang sebagai cerminan gaya hidup, kebutuhan emosional, dan nilai-nilai penghuninya.
Tren ini semakin terlihat dalam arah desain interior global, termasuk di Indonesia, di mana hunian dirancang lebih utuh dengan menggabungkan estetika yang personal dan perhatian terhadap keamanan material, sehingga menghadirkan ruang yang tidak hanya nyaman dipandang, tetapi juga aman dan mendukung kualitas hidup sehari-hari.
Dalam hal ini, Schneider Electric benar-benar menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin global di industry teknologi energi. Melalui kedalaman riset dan jenjang pengalaman yang panjang, Schneider sukses menghadirkan produk yang menggabungkan antara estetika dan keamanan terpadu.
Di balik estetika dan pengalaman ruang, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. Risiko korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran, serta potensi sengatan listrik atau kesetrum, masih menjadi ancaman yang sering terjadi di rumah. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan perangkat kelistrikan yang andal merupakan kebutuhan dasar untuk melindungi penghuni sehari-hari.
Disampaikan Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, bahwa saat ini sedang tumbuh tren “tuntutan” adanya hunian modern yang selaras dengan solusi terintegrasi.
“Dari situ kami melihat kebutuhan hunian modern di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan kualitas, keamanan, dan estetika ruang. Konsumen tidak lagi memilih antara desain atau keamanan, mereka menginginkan keduanya dalam satu solusi yang seimbang,” ujarnya.
Martin melanjutkan, dengan pengalaman lebih dari 190 tahun dalam inovasi kelistrikan secara global dan hampir 40 tahun dalam pengembangan bisnis sakelar, Schneider terus memahami evolusi kebutuhan tersebut, termasuk di Indonesia yang merupakan salah satu pasar utama perusahaan dalam kategori stopkontak dan sakelar.
Melalui Vivace E, Schneider Electric menghadirkan solusi sakelar dan stopkontak yang modern secara desain, aman dalam penggunaan, serta tetap relevan secara nilai bagi homeowner maupun developer.
Vivace E; Mewah, Aman dan Adaptif
Kehadiran Vivace E sebagai salah satu karya terbaik Schneider menjadi jawaban atas tidak pernah bertemunya dua hal dalam dunia komponen kelistrikan yakni keindahan dan keamanan.
Terbukti, Vivace E dirancang khusus sebagai produk anyar Schneider yang secara jelas dan nyata mampu mengkoneksikan antara kemewahan, keamanan dan adaptif. Sehingga, produk ini kata Martin menyajikan inovasi terbaru.
Di antara dari keunggulan Vivace E adalah memiliki desain modern yang dapat menyatu dengan interior.
“Dengan mengusung konsep sleek, slim, frameless dengan panel yang besar, serta curved corner design. Desain ini memungkinkan sakelar dan stopkontak terintegrasi secara natural ke dalam berbagai konsep interior tanpa mengganggu visual ruang, menciptakan kesan bersih dan rapi,” sebut Martin.
Lalu produk ini juga tersedia dengan empat pilihan warna dan finisihing yang fleksibel. Empat warna tersebut adalah White, Black, Wine Gold, dan Light Grey.
Vivace E juga telah terstandardisasi keselamatan tinggi berkat fitur shutter. Vivace E merupakan produk unggulan pada lini sakelar dan stopkontak berstandar SNI yang dilengkapi fitur safety shutter untuk membantu mencegah risiko sengatan listrik akibat sentuhan tidak disengaja atau masuknya benda asing.
Didukung dengan terminal grounding ganda dan desain soket yang dirancang lebih besar sehingga dengan mudah menampung kabel 2.4 mm.
Dan yang tak kalah penting, kata Martin adalah kualitas produk yang premium dengan harga kompetitif.
“Vivace E membuktikan bahwa kualitas desain dan material kelas dunia bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau, menjadikannya solusi strategis baik bagi pemilik rumah pribadi maupun pengembang properti berskala besar,” pungkas Martin.
Berkaca dari kejadian Alfiandra dan sejumlah kasus kebakaran lainnya yang disebabkan oleh konsleting listrik, seperti yang tertera dalam data BPBD DKI Jakarta bahwa lebih dari 60-70 persen kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, maka standar keamanan yang harus menjadi prioritas utama terletak pada kualitas perangkat kelistrikan yang digunakan sehari-hari, termasuk sakelar dan stopkontak sebagai titik akhir instalasi listrik di rumah.
Schneider Electric sukses menjadi pemimpin global yang dapat dipercaya. Dengan portofolio produk yang bahkan mencakup perangkat cerdas, arsitektur berbasis perangkat lunak, sistem berbasis AI, layanan digital, serta dukungan konsultatif dari para ahli dan satu juta mitra di lebih dari 100 negara, Schneider Electric secara konsisten diakui sebagai salah satu perusahaan paling berkelanjutan di dunia.
Alfiandra kini tak perlu lagi khawatir dengan kondisi kelistrikan di rumahnya. Vivace E adalah solusi nyata di depan mata yang bisa mewujdkan kata-kata mutiaranya setelah kejadian kebakaran dulu “Sayang Keluarga Dimulai dari Hunian Aman dan Nyaman”
