Sabtu, April 25, 2026
  • Privacy Policy
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Homepoint.ID
  • Home
  • Daily News
  • Investment & Marketing
  • The Project
  • Lifestyle
  • Etcetera
  • Design
  • Galery
  • Login
No Result
View All Result
  • Home
  • Daily News
  • Investment & Marketing
  • The Project
  • Lifestyle
  • Etcetera
  • Design
  • Galery
No Result
View All Result
Homepoint.ID
Home Daily News

Hasil Bincang Santai Urban Forum: Upaya Memaksimalkan Potensi ESG untuk Sektor Perumahan dan Pembiayaan 

Aziz Fahmi by Aziz Fahmi
2 tahun ago
in Daily News, Strategy
0
Hasil Bincang Santai Urban Forum: Upaya Memaksimalkan Potensi ESG untuk Sektor Perumahan dan Pembiayaan 

oppo_0

322
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Homepoint.id, Jakarta– ESG (Environment, Social, Governance-ramah alam, bermanfaat secara sosial, dan tata kelola yang solid) saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di sejumlah kalangan pelaku properti nasional. 

Mulai dari praktisi, pengamat hingga perbankan mulai menggeluti prospek menarik dari konsep ESG untuk penerapan maksimal di industri properti. 

Related posts

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

24 April 2026
Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

24 April 2026

Sebut saja bagaimana PT Bank Central Asia (BCA) Tbk sudah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) hijau senilai Rp1,14 triliun.

Green mortgage itu disalurkan untuk membiayai pemilikan rumah dan apartemen yang sudah mendapat sertifikasi hijau (greenship) di lima proyek. 

Kelima proyek tersebut adalah Citra Maja Raya (Maja, Lebak-Banten), Kota Baru Parahyangan (Padalarang Barat, Bandung Barat-Jawa Barat), Samanea Hill (Parung Panjang, Bogor-Jawa Barat), Navapark, dan Verde Two (Kuningan, Jakarta Selatan-DKI Jakarta).

“Maunya kami bisa menyalurkan KPR Hijau yang lebih besar lagi. Karena itu kami berharap ke depan makin banyak proyek properti yang mendapat sertifikasi hijau. Jadi, kami sangat berkomitmen menyalurkan pembiayaan hijau, tapi di bisnis properti (realisasi) komitmen itu juga sangat tergantung pada suplai properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau,” kata Welly Yandoko, Executive Vice President (EVP) Consumer Loan BCA.

Halal bihalal Urban Forum, Forwada dan Indonesia Housing Creative menghadirkan pembicara dari REI, BCA dan Damai Putra Group dengan tema Pembiayaan Hijau bagi properti

Hal itu diungkapkan Welly Yandoko dalam Halal bi Halal dan Bincang Santai: “Tuntutan Implementasi Bisnis Properti & Pembiayaan Hijau”, yang diadakan Urban Forum, Forwada, dan Indonesia Housing Creative Forum di Jakarta, Rabu (24/4/2024). 

Hadirkan Tema dan Pembicara Berkualitas 

Bincang santai dibuka Herry Trisaputra Zuna, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Selain Welly berbicara juga dalam bincang santai itu Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), dan Chief Marketing Officer Damai Putra Group Binsar Pandiangan.

Menurut Welly, sejak awal BCA sangat mendukung penerapan konsep ESG (Environment, Social, Governance-ramah alam, bermanfaat secara sosial, dan tata kelola yang solid) termasuk di bisnis properti, antara lain melalui penyaluran pembiayaan hijau. Hal itu ditunjukkan oleh penyaluran kredit hijau BCA yang terus meningkat, Dimana posisi terakhir telah mencapai Rp123 triliun. 

Sepanjang 2019 – 2023 mengalami peningkatan dari Rp44 triliun menjadi Rp87 triliun Dimana sebagain dari angka tersebut merupakan KPR hijau dan di tahun 2023 penyalurannya tumbuh sebesar 7%. Berikut portofolio KPR BCA periode 2019 – 2023 (dalam triliun rupiah):

 

Portofolio 2019 2020 2021 2022 2023
Kredit Hijau 44 51 71 81 87
KPR 94,29 90,76 98,21 109,06 121,85
Total Kredit 604 589 637 711 810

Ia menambahkan, untuk merangsang developer mengembangkan properti hijau dan juga mendorong konsumen membeli properti yang sudah mendapat sertifikasi hijau, BCA siap memberikan rate kredit yang bersaing, biaya kredit yang lebih rendah, dan proses persetujuan aplikasi yang lebih cepat dan mudah.

Welly menyebutkan, komitmen terhadap keberlanjutan (sustainabilitas) atau ESG tidak hanya ditunjukkan BCA dalam penyaluran kredit hijau, tapi juga dalam proses bisnis. Tahun 2023 sebanyak 99,7% dari total transaksi kredit dilakukan melalui channel digital. 

Mekanisme persetujuan kredit misalnya, termasuk KPR, menggunakan channel digital melalui berbagai kanal seperti myCore, myPartnerBCA, dan RumahsayaBCA. 

“Sekitar 63 persen aplikasi KPR BCA masuk melalui channel digital,” ungkap Welly. Bahkan, kegiatan administrasi BCA juga dilakukan dengan konsep daur ulang (recycle). Sebagian kegiatan internal perusahaan seperti rapat dan pertemuan, serta kegiatan administrasi, dilakukan secara online atau bisa dikerjakan dari mana saja (WFH). 

“Sampai sekarang kami masih WFH. Rapat-rapat dilakukan secara daring. Pekerjaan yang bisa dilakukan online, diselesaikan secara online. Semua itu menghemat konsumsi listrik dan penggunaan kertas dalam semua proses bisnis BCA,” jelas Welly. 

Itulah sebabnya kinerja BCA sangat solid. Di bisnis KPR misalnya, pangsa pasar BCA sampai akhir tahun lalu mencapai 24%. Dari total penyaluran KPR oleh 38 bank pada 2023 senilai Rp513,6 triliun, sebanyak Rp121,8 triliun disalurkan BCA. “Rasio kredit bermasalah atau NPL KPR BCA juga jauh lebih rendah daripada NPL industri. Kalau NPL KPR perbankan 2,39 persen, NPL KPR BCA hanya 1,12 persen,” ungkap Welly.

Harus Menyeluruh 

Binsar Pandiangan menyatakan, penerapan konsep ESG di sektor properti memang tidak bisa digantungkan hanya pada satu dua pihak seperti bank dan developer, melainkan harus melibatkan seluruh stakeholder terutama pemerintah sebagai regulator. 

Fungsi regulator terutama menyusun standar keberlanjutan yang diharapkan diterapkan pelaku bisnis dan keuangan, dan memberi insentif entah berupa keringanan pajak, perizinan, atau yang lain.

“Bagaimanapun penerapan konsep hijau itu menambah cost, termasuk proses mendapatkan sertifikasinya. Sementara bisnis berorientasi profit,” katanya. Kendati demikian ia menegaskan, seperti pengembang lain Damai Putra Group juga berkomitmen menerapkan konsep berkelanjutan di proyek-proyeknya, termasuk di Kota Harapan Indah/KHI (2.200 ha) di Bekasi, Jawa Barat. 

Konsep hijau antara lain diterapkan di kawasan hunian Asera Nishi di KHI yang dikembangkan bersama developer Jepang. Yaitu, dalam bentuk desain rumah yang bisa meminimalisir konsumsi listrik, penyediaan ruang terbuka yang lebih besar, penyediaan sumur resapan, dan penggunaan penutup jalan dan halaman grass block yang memudahkan peresapan air ke dalam tanah.

Sementara di kawasan KHI sendiri disediakan tiga danau besar sebagai tandon air pada musim hujan. 

“Saat hujan lebat beberapa bulan lalu yang membuat kawasan tetangga kami (Kelapa Gading, Red) kebanjiran, kami sepenuhnya tidak tergenang,” jelas Binsar. 

Ia menambahkan, konsumen sendiri secara umum belum concern terhadap properti hijau. Motivasi pembelian mereka masih ditentukan oleh daya beli atau harga. Ia tidak menyebutkan bagaimana penerapan aspek sosial dan tata kelola (governance) di Damai Putra Group.

Ignesjz Kemalawarta mendukung pendapat Binsar tersebut. Menurutnya, konsep ESG memang mau tak mau harus diterapkan pebisnis, baik dalam proses produksi maupun operasional menyusul makin meresahkannya pemanasan global dan perubahan iklim akibat emisi CO2 yang berlebihan. 

Fokusnya bagaimana mengurangi konsumsi energi (energy effieciency) agar bisa mereduksi emisi gas rumah kaca (CO2), ditambah reduksi konsumsi air, pengolahan sampah dan limbah. 

“Pengembang tidak bisa hanya berorientasi profit, karena profit tidak akan bisa dicapai kalau alamnya sudah rusak, dan sebaliknya. Pebisnis harus berpartisipasi mengurangi kerusakan alam itu,” kata advisor PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) itu. 

Untuk itu pemerintah melalui Kementerian PUPR, OJK, dan institusi terkait lain bersama provider sertifikasi hijau atau Green Building Council Indonesia (GBCI), sangat perlu menginisiasi gerakan hijau itu melalui regulasi dan pemberian insentif, termasuk untuk pebisnis properti dan industri keuangan agar mereka terdorong menerapkan konsep ESG. 

Konsep hijau dalam arti ramah terhadap alam perlu diiringi dengan aspek sosial dan tata kelola agar bisnis yang menerapkan konsep itu tetap berkelanjutan. 

“Saat ini yang gandrung menerapkan konsep ESG itu baru subsektor perkantoran (office). Perumahan dan apartemen masih sangat sedikit,” kata Ignesjz. 

Perkantoran lebih getol melakukannya, karena ada insentif dari berbagai perusahaan besar untuk lebih memilih gedung perkantoran yang sudah mendapat sertifikat hijau. 

Terutama terkait dengan upaya mereka meningkatkan daya saing, dengan mendapatkan rate yang lebih kompetitif di pasar keuangan dan dari investor.  “Jadi, insentif menerapkan konsep hijau itu di subsektor perkantoran cukup tinggi, termasuk dari sisi cost,” katanya. 

Ignesjz menyebutkan, tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau di gedung perkantoran mencapai 4-5%. Tapi bisa memberikan energy saving atau energy effieciency antara 30-45%. Ia memberi contoh gedung Mina Bahari IV di Gambir, Jakarta Pusat, yang sudah mendapat banyak penghargaan hijau. 

Tambahan investasi untuk menerapkan konsep hijau pada bangunan dan segala infrastruktur dan utilitasnya mencapai 4,44%. 

Namun, tambahan investasi itu mampu menghasilkan penghematan biaya utilitas 56% setahun atau setara Rp4,1 miliar atau setara konsumsi energi 680 rumah MBR, sehingga investasi tambahan itu bisa kembali dalam 4,3 tahun. 

Hal yang kurang kebih sama terjadi pada gedung utama Kementerian PUPR di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Energy saving itu akan lebih besar lagi bila sebuah gedung menggunakan energi dari panel surya.

“Di subsektor perumahan kompensasi penerapan konsep ESG itu mungkin jauh lebih kecil. Sampai sekarang belum ada penelitiannya. Karena itu penerapan konsep keberlanjutan di subsektor perumahan tidak segandrung di perkantoran. Perlu peran pemerintah mendorong sektor perumahan menerapkan konsep hijau atau ESG itu,” tuturnya. 

Herry Trisaputra Zuna membenarkan, upaya menerapkan konsep ESG termasuk di sektor properti dan pembiayaannya memerlukan sebuah gerakan. Ia mencontohkan gerakan tidak merokok di ruang publik dan transportasi umum yang cukup berhasil. Juga inisiasi cashless di jalan tol yang sekarang akan dilanjutkan cukup dengan sensor. 

“Dulu biasa saja orang ngerokok di angkutan umum, bahkan di pesawat udara. Sekarang siapa yang berani melakukannya?” katanya. 

Di bisnis properti ia menyebutkan Kementerian PUPR sedang menginisiasi gerakan Indonesia Green Affordabel Housing. Gerakan dimulai terlebih dulu di affordabel housing karena rumah subsidi itu diatur pemerintah pengembangan dan pembiayaan pemilikannya melalui pemberian subsidi. 

Jadi, bisa lebih mudah memulai gerakannya karena rumah subsidi itu regulated dan kebutuhannya besar. Setelah itu gerakan bisa dilanjutkan ke perumahan komersial. 

“Penerapan ESG di sektor perumahan memang tidak bisa serta merta, karena ini dilema juga, suplainya masih kurang dibanding kebutuhannya yang besar,” katanya. Herry setuju diperlukan kerja sama semua pihak terkait untuk mengimplementasikan konsep ESG di bisnis properti termasuk pembiayaannya. Juga diperlukan regulasi yang mendukung serta insentif, entah berupa kemudahan perizinan, pajak, pendanaan murah seperti dari Bank Dunia, dan lain-lain. 

Previous Post

Rumah 123: Bogor dan Denpasar Tercatat Paling Konsisten Dalam Pertumbuhan Harga Hunian Sepanjang Kuartal 1 2024

Next Post

Tunjuk Dua Pimpinan Baru, JLL Perkuat Sektor Logistik dan Industri di Asia Pasifik

Next Post
Tunjuk Dua Pimpinan Baru, JLL Perkuat Sektor Logistik dan Industri di Asia Pasifik

Tunjuk Dua Pimpinan Baru, JLL Perkuat Sektor Logistik dan Industri di Asia Pasifik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

15 jam ago
Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

16 jam ago
Hadir di ATRIA MOI Kelapa Gading, Haier Bidik Pasar Premium Indonesia

Hadir di ATRIA MOI Kelapa Gading, Haier Bidik Pasar Premium Indonesia

16 jam ago
Kukuhkan Eksistensi, Häfele Selalu Hadirkan Produk Inovasi Berteknologi Jerman

Didukung Permintaan Beragam dan Pasokan Terbatas, Pasar Logistik di Jakarta Terus Eksis

3 hari ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Apps (1)
  • Commercial (5)
  • Daily News (222)
  • Design (5)
  • Etcetera (21)
  • Expert (3)
  • Feature (4)
  • Global (9)
  • Humaniora (2)
  • Industrial (2)
  • Investment & Marketing (38)
  • Landed (9)
  • Lifestyle (6)
  • People (1)
  • Product Related (34)
  • Strategy (10)
  • The Project (17)
  • Tips & Trick (8)
  • Uncategorized (2)
Renovation Expo Megabuild 2025
ADVERTISEMENT

BROWSE BY TOPICS

#astraproperty #cat #dada #gravel #gudang #homepoint #hotel #hunian #imlek #investasi #investasiproperti #jotun #kawasanmodern #kertajati #KIM #KoalisiIndonesiaMaju #konsumenbijak #mesincuci #metland #metropolitanland #oyo #paramount #pengembang #pengembangbesar #pengembangmewah #pergudangan #produkbaru #produkbranded #properti #property #proyekmewah #renovasirumah #rukokomersil #rukomewah #rukokomersil #crystalboulevardsignature #rumah #rumah123 #rumahidaman #rumahimpian #rumahseken #Saham #strategiproperti #summarecon #summareconbekasi #summareconcrowngading #terrakonproperti

POPULAR NEWS

  • Senggol Dong Bos! Satu-satunya Perumahan dengan Pondasi Tiang Pancang Ada di Babelan Nih

    Senggol Dong Bos! Satu-satunya Perumahan dengan Pondasi Tiang Pancang Ada di Babelan Nih

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Property Outlook Survey 2025 by Knight Frank Indonesia

    337 shares
    Share 135 Tweet 84
  • Sayang Anak, Dimulai Dari Kamar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Jotashield Infinity, Cat Eksterior Premium Terbaik Jotun

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Ramai-ramai Cari Solusi Siasati Resesi

    332 shares
    Share 133 Tweet 83
Homepoint.ID

Portal berita properti yang menyajikan informasi terlengkap dan diperkaya dengan data riset aktual serta ulasan expert.

Follow us on social media:

Recent News

  • “Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil
  • Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12
  • Hadir di ATRIA MOI Kelapa Gading, Haier Bidik Pasar Premium Indonesia

Category

  • Apps
  • Commercial
  • Daily News
  • Design
  • Etcetera
  • Expert
  • Feature
  • Global
  • Humaniora
  • Industrial
  • Investment & Marketing
  • Landed
  • Lifestyle
  • People
  • Product Related
  • Strategy
  • The Project
  • Tips & Trick
  • Uncategorized

Recent News

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

“Dolan Sore” dan “Pasar Dadakan”, Cara Metland Hotel Cirebon Angkat Nostalgia Masa Kecil

24 April 2026
Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

Angkat Tema Tren Properti Berkelanjutan, PropertyGuru Memulai Seri Indonesia Property Awards ke-12

24 April 2026
  • Privacy Policy
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2023 HomePoint.id - Developed by Kanglalaw.

No Result
View All Result
  • Home
  • Daily News
  • Investment & Marketing
  • The Project
  • Etcetera
  • Design

© 2023 HomePoint.id - Developed by Kanglalaw.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Go to mobile version